Jumat, 18 Februari 2011

MODUL 11


SEJARAH NABI MUHAMMAD SAW (Inti dakwah Rasulullah)

A. Memahami Kondisi Masyarakat Mekah pra Islam

a. Ciri-ciri Masyarakat Jahiliyah
Jahiliyah artinya kebodohan. Yang dimaksud kebodohan di sini adalah kebodohan yang berkaitan dengan masalah agama dan hukum, maka zaman jahiliyah adalah masa di mana orang pada saat itu tidak mengerti bahkan mengabaikan tentang ajaran agama yang telah dibawa oleh para nabi terdahulu sehingga mereka menyimpang dari ajaran Allah, karena mereka larut dengan cara kehidupan mereka sendiri sehingga kemerosotan aqidah, akhlak dan hukum terabaikan.
Kehidupan masyarakat pada masa itu tidak menentu, mereka kehilangan pedoman dan panutan, sehingga sering terjadi pertikaian antar suku, maka siapa yang kuat itulah yang berkuasa.
Mabuk-mabukan, berfoya-foya, judi, penindasan terhadap kaum perempuan dan penganiayaan terhadap anak-anak dan lain sebagainya sudah merupakan kebiasaan yang terjadi di masyarakat pada saat itu.
Kondisi seperti itu telah menyimpang dari fitrah manusia yang diciptakan oleh Allah sebagai hamba dan khalifah-Nya di muka bumi ini. Oleh karena itu Muhammad diutus oleh Allah menjadi nabi untuk membina kembali budi pekerti atau akhlak manusia sesuai dengan fitrahnya.

b. Kehidupan Beragama Masyarakat Jahiliyah.
Sebelum kedatangan Nabi Muhammad, masyarakat jahiliyah sudah mengenal agama dan menuhankan Allah, karena sebelumnya Allah telah mengutus para nabi dan rasul yang membawa ajaran yang sama yaitu islam, namun lama kelamaan kepercayaan itu berubah menjadi kepercayaan terhadap roh yang mereka yakini bertempat pada berhala-berhala yang mereka sembah. Pada hal asal mula mereka menyembah berhala itu adalah anjuran seorang penguasa “ Jurhum Amr bin Lubay “pada saat itu membangun sebuah berhala “ Hubal “ dan memerintahkan kepada penduduk supaya menyembah berhala itu. Maka sejak itulah penduduk Mekkah dan sekitarnya mulai menyembah berhala dan menjauhkan diri dari ajaran yang dibawa oleh para nabi dan rasul terdahulu.
Berhala-berhala yang mereka sembah itu ada yang disimpan di dalam rumah mereka , dan ada pula yang diletakkan di sekitar Ka’bah. Banyak sekali berhala-berhala yang ada di sekitar Ka’bah tersebut yang diantaranya ada yang bernama Latta, Uzza, dan Manat.
أَفَرَأَيْتُمُ اللّتَ وَالْعُزَّى وَمَنوةَالثاَّلِثَةَ اْلأُخْرَى
“ Maka apakah patut kamu, (hai orang-orang musyrik) menganggap Al-Latadan Al-Uzza. Dan Manat yang ketiga, yang paling terkemudian (sebagai anak perempuan Allah)” Q.S. 53 : 19 – 20
Jika kita cermati padahal mereka sendiri membenci anak perempuan dan menganggap mereka (anak-anak perempuan) tersebut sebagai penyebab kerugian mereka. Maka dengan gambaran tersebut menunjukkan kebodohan mereka dalam masalah agama, anak perempuan mereka bunuh, dan menyembah patung yang dianggap sebagai anak perempuan tuhan.

B. Dakwah Nabi Muhammad saw untuk menyempurnakan Akhlak.
a. Keteladanan Kepribadian Nabi Muhammad saw.
Sejak kecil sampai dewasa Nabi Muhammad sudah dikenal oleh masyarakat Mekkah sebagai orang yang mempunyai kepribadian yang baik, berbeda dengan kebanyakan orang saat itu. Penampilannya yang sederhana, bersehaja, dan berwibawa membuat orang patuh kepadanya. ia juga dikenal sebagai orang yang jujur dalam setiap perkataan maupun perbuatan sehingga dijuluki oleh masyarakat Mekkah “ Al-Amin “ artinya dapat dipercaya, Dengan sifatnya yang demikian itu membuat banyak orang yang senang kepadanya termasuk majikannya sendiri yaitu khadijah yang akhirnya menjadi isterinya. Walaupun Muhammad seorang kaya dan dari kalangan terhormat, namun dia tidak sombong dan congkak. Ia selalu rendah hati, murah senyum dan penuh kesabaran, disamping itu juga dia punya prinsif hidup berkemauan keras, tegas, tidak ragu-ragu dalam melaksanakan sesuatu sehingga orang yang melihatnya hormat dan mencintainya.

b. Kerasulan Muhammad saw.
Pada tahun 611 M sewaktu Muhammad berumur 40 tahun beliau mulai merenungkan keadaan masyarakatnya yang sudah jauh menyimpang dari kebenaran. Pada saat itu beliau menyendiri di sebuah gua “ Hiro “, ditengah-tengah renungan itulah datang utusan Allah yang bernama jibril menyampaikan wahyu kepadanya.
Malaikat itu mengajarkan kepada Muhammad firman Allah yang terdapat di dalam surat Al Alaq 1 – 5 dengan kata-kata iqra ( baca ) ya Muhammad ? Muhammad menjawab : ma ana bi qari ( saya tidak bias membaca ). Berkali kali jibril menyuruh kepada Muhammad untuk membaca, tetapi jawabnya tetap bahwa dia tidak bisa membaca, akhirnya dia diajari oleh jibril sehingga dapat membaca.
Setelah menerima wahyu yang pertama, pulanglah beliau kerumahnya tubuh gemetar sehingga isterinya menyelimuti dengan sehelai kain selimut. Tiga tahun kemudian turun lagi wahyu yang kedua yang terdapat di dalam surat Al-Muddatsir 1 – 4.
ياَأَيُّهاَ الْمُدَّثِّرُ قُمْ فَأَنْذِرْ وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ وَثِياَبَكَ فَطَهِّرْ
“Hai orang yang berselimut, bangunlah lalu berilah peringatan, dan tuhanmu agungkanlah, dan pakaianmu bersihkanlah“ Q.S. 74 : 1 - 4
Setelah menerima wahyu yang pertama itu, maka Muhammad menjadi rasul, sehingga ia mempunyai kewajiban untuk menyampaikan ajaran Allah kepada ummat manusia.
Nabi Muhammad mengajarkan bahwa kemuliaan manusia tidak diukur dari harta, keturunan, suku, keindahan tubuh, kekuatan, maupun pangkat dan jabatannya dalam masyarakat. Namun kemuliaan manusia terletak pada sikap, perkataan, maupun perbuatannya dalam kehidupan sehari-hari.
ياَأَيُّهَا الناَّسُ إِناَّ خَلَقْناَكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْناَكُمْ شُعُوْباً وَقَباَئِلَ لِتَعاَرَفُوْا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللهِ أَتْقاَكُمْ
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal, sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa di antara kamu “ Q.S. 49 : 13

Padahal ketika itu masyarakat Arab sangat menonjolkan keturunan dan kesukuan sehingga sering terjadi perselisihan, perkelahian bahkan berperang karena masalah keturunan dan kesukuan.
Setelah Muhammad menjadi rasul dan menyampaikan ajaran yang mulia, maka banyak menghadapi tantangan dari suku-suku yang merasa kehormatannya terganggu dengan ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad.SAW.
Alangkah beratnya tugas Nabi Muhammad membina masyarakat yang bermartabat yang memiliki akhlak yang mulia ketika kondisi masyarakat saat itu buruk sekali. Tetapi dengan kesabaran dan keteladanan bilau masyarakat menerimanya dengan lapang dada.
لَقَدْ كاَنَ لَكُمْ فِى رَسُوْلِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كاَنَ يَرْجُوْ اللهَ وَالْيَوْمَ اْلآخِرَ وَذَكَرَ اللهَ كَثِيْراً
“ Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang-orang yang berharap rahmat Allah dan hari kiamat dan banyak menyebut Allah “ Q.S. 33 : 21

C. Nabi Muhammad Sebagai Rahmatan Lil Alamin.
Sesungguhnya Allah mengutus Nabi Muhammad itu sebagai rahmat bagi alam semesta. Artinya ajaran yang disampaikan oleh beliau itu bertujuan untuk memberikan kesejahteraan, kedamaian dan kasih sayang bagi seluruh makhluk Allah yang ada di alam ini. Nabi Muhammad membawa ajaran yang mengajarkan kasih sayang tidak hanya kepada manusia, akan tetapi kasih sayang itu juga diperuntukkan bagi makhluk-makhluk lainnya. Nabi Muhammad adalah nabi yang terakhir tidak ada lagi nabi setelah Nabi Muhammad.
وَماَ كاَنَ مُحَمَّدٌ أَباَ أَحَدٍ مِنْ رِجاَلِكُمْ وَلكِنْ رَسُوْلُ اللهِ وَخاَتَمُ النَّبِيِّيِْنَ.
“ Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki diantara kamu tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi “ Q.S. 33 : 40.
Ajaran yang disampaikannya adalah ajaran yang sempurna dan berlaku untuk semua ummat manusia sampai akhir zaman.
وَماَ أَرْسَلْناَكَ إِلاَّ كاَفَّةً لِلنَّاسِ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا
“ Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan “ Q.S. 34 : 27
وَماَ أَرْسَلْناَكَ إِلاَّ رَحْمَةً لِلْعاَلَمِيْنَ.
“ Tiadalah Kami mengutus engkau ( Muhammad ) melainkan untuk menjadi rahmat bagi sekalian alam “ Q.S. 21 : 107

D. Inti dakwah Rasulullah SAW di Mekkah.
Agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad adalah penyempurna ajaran-ajaran yang dibawa oleh rasul-rasul yang terdahulu. Inti dari ajaran yang dibawa oleh para rasul itu adalah mentauhidkan Allah SWT. Yang membedakan dari ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad. SAW. hanya dalam masalah tertentu diantaranya masalah syariat dan hukum. Dalam masalah syariat seperti salat lima waktu, puasa dibulan ramadlan, walaupun rasul-rasul terdahulu juga mengajarkan salat, dan puasa, tetapi tidak seperti yang diajarakn oleh NAbi Muhammad. SAW . Karena syariat dan hukum yang diawanya sesuai dengan keadaan ummatnya.
Pokok ajaran yang disampaikan oleh Nabi Muhammad di Mekkah adalah berkaitan dengan keimanan, akhlak, kabar kembira tentang adanya surga, dan ancaman atau peringatan adanya siksa neraka, serta persamaan hak dan martabat manusia.

E. Strategi Dakwah Rasulullah.saw di Mekkah.
a. Disampaikan secara sembunyi-sembunyi.
Pada permulaan dakwah Nabi Muhammad di Mekkah disampaikan secara sembunyi-sembunyi yang dimulai dari sanak saudara, keluarga, dan sahabat dekat setelah menerima wahyu dari Allah
وَأَنْذِرْ عَشِيْرَتَكَ اْلأَقْرَبِيْنَ
“ Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang dekat “ Q.S. 26 : 214.
Pada saat itu yang masuk islam diantaranya adalah Khadijah isteri beliau, Ali bin Abi Thalib saudara sepupu, Abu Bakr As-Siddiq, Zaid bin Haritsah. Dengan masuknya mereka tersebut, membawa pengaruh besar bagi pertumbuhan dakwah nabi, karena mereka orang-orang yang terpandang dikalangan kaum quraisy saat itu. Dengan masuknya mereka ke dalam agama Islam, maka semakin bertambahlah pengikut Rasulah saw.yang diantaranya Usman bin Affan, Zubair bin Awwam, Saad bin Abi Waqas, Abdurrahman bin Auf, Fatimah bin Khattab, serta suami Said bin Zaid, Arqam bin abi Arqam, Thalhah bin Ubaidillah. Mereka itu semua disebut sebagai Assabiqunal awwalun (orang-orang yang pertama masuk islam).

b. Disampaikan secara terang-terangan.
Nabi Muhammad mulai menyampaikan dakwahnya secara terang-terang namun dengan penuh hati-hati dan kesabaran setelah mendapatkan wahyu dari Allah
فَاصْدَعْ بِماَ تُؤْمَرُ وَأَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِيْنَ
“ Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan perpalinglah dari orang-orang yang musyrik “ Q.S. 15 : 94.
Dakwah beliau mendapatkan reaksi dari para pemuka dan tokoh Qurasy diantaranya Abu Lahab, Abu Jahal, Umar bin KhattabUqbah bin Abi Muatih, Aswad bin Abdi Jaghuts, Hakam bin Abdil Ash, Abu Sofyan bin Harb, dan Ummu Jamil ( isteri Abu Lahab ).
Reaksi keras yang dilakukan oleh tokoh-tokoh Quraisy tersebut antara lain berupa ejekan, hasutan, penganiayaan, dan lain-lain. Mereka beranggapan bahwa ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad. SAW. tersebut bertentangan dengan kepercayaan dan kebiasaan yang selama itu mereka lakukan. Meskipun Nabi Muhammad dengan susah payah dalam berdakwah karena mendapat tantangan dari kaum Quraisy, tetapi beliau sabar dalam menghadapi mereka dan dakwahnyapun tetap berjalan dan meluas sampai ke wilayah lain sehingga banyak yang mengikuti ajarannya. Melihat sikap Nabi Muhammad tersebut, orang-orang Quraisy tambah marah dan merencanakan ingin membunuh beliau, Allah menyelamatkan beliau dari ancaman orang-orang Quraisy tersebut dengan memerintahkan untuk berhijrah ke Madinah

F. Meneladani Dakwah Nabi Muhammad saw dan para Sahabat.
Dakwah Nabi Muhammad di Mekkah dilakukan kurang lebih selama 10 tahun, dan selebihnya ( 13 tahun ) berada di Madinah. Ketika berdakwah di Mekkah, tantangan,dan hambatan yang dihadapi oleh beliau dan para sahabatnya begitu besar, tetapi mereka sabar dalam menghjadapi tantangan tersebut. Oleh karena itu sebagai ummat Muhammad harus dapat mengambil pelajaran dari cara nabi dan para sahabatnya berdakwah menyampaikan risalah Allah SWT.
فَبِماَ رَحْمَةٍ مِنَ اللهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لاَنْفَضُوْا مِنْ حَوْلِكَ.
“Maka disebabkan rahmat dari Allah- lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka, sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu“ Q.S. 3 : 159
a. Dakwah nabi disampaikan dengan hati-hati, sabar,dan menggunakan bahasa yang halus dan mudah dipahami oleh masyarakat.
b. Rasulullah memposisikan para pengikutnya sebagai sahabat. Cara seperti ini menimbulkan rasa simpati yang luar biasa.
c. Rasullah selalu bersama dengan sahabatnya baik dalam suka maupun dalam duka. Dengan demikian terjalin kesatuan dan persatuan, dan solidaritas ummat yang sangat kuat.
d. Rasulullah dan para sahabatnya sabar dan teguh dalam berdakwah meskipun mendapatkan tekanan, celaan, dan lain sebagainya.
e. Dalam mendukung dakwah rasulullah, para sahabat mengorbankan tenaga, harta, jiwa dan raga mereka sepenuh hati.
Dalam berdakwah Rasulullah tidak pernah memaksakan kehendak, beliau hanya menyampaikan ajaran dari Allah SWT.dan memberikan pemahaman secara rasional dan hati yang jernih. Mengikuti atau tidak, hal itu menjadi hak pribadi masing-masing.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar